Pergantian Pucuk Pimpinan Bulog: Menteri BUMN Tunjuk Prihasto Setyanto Sebagai Plt Dirut

Pergantian Pucuk Pimpinan Bulog: Menteri BUMN Tunjuk Prihasto Setyanto Sebagai Plt Dirut – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali melakukan perombakan strategis di tubuh Perum Bulog. Melalui Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-179/MBU/06/2025 tertanggal 30 Juni 2025, Menteri BUMN Erick Thohir resmi mengakhiri masa penugasan Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya sebagai Direktur Utama Bulog. Sebagai gantinya, Prihasto Setyanto ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama, sekaligus tetap menjabat sebagai Direktur Pengadaan.

Latar Belakang Pergantian Dirut Bulog

Pergantian ini dilakukan setelah Novi Helmy hanya menjabat selama lima bulan, sejak dilantik pada Februari 2025. Ia sebelumnya menggantikan Wahyu Suparyono, yang juga menjabat kurang dari lima bulan. Dalam dua tahun terakhir, Bulog telah mengalami empat kali pergantian Direktur Utama, menandakan dinamika kelembagaan yang cukup tinggi.

Novi Helmy dikembalikan ke institusi asalnya, Tentara Nasional Indonesia (TNI), untuk melanjutkan karier dan pengabdian di bidang pertahanan. Meski masa jabatannya singkat, manajemen Bulog menyampaikan apresiasi atas kontribusi beliau dalam memperkuat peran Bulog sebagai fondasi ketahanan pangan nasional.

Profil Prihasto Setyanto: Plt Dirut Bulog yang Berpengalaman

Prihasto bukan sosok baru di Bulog. Sebagai Direktur Pengadaan, ia telah slot bonus new member terlibat langsung dalam proses penyerapan beras, jagung, dan komoditas pangan strategis lainnya. Penunjukan dirinya sebagai Plt Dirut dinilai sebagai langkah transisi yang stabil, mengingat ia memahami operasional dan tantangan Bulog secara mendalam.

Dengan latar belakang teknis dan pengalaman panjang di sektor pangan, Prihasto diharapkan mampu:

  • Menjaga kesinambungan program stabilisasi harga pangan
  • Memperkuat sinergi dengan Kementerian Pertanian dan Perdagangan
  • Meningkatkan efisiensi distribusi dan logistik pangan nasional

Susunan Direksi Bulog Terbaru

Seiring dengan pergantian pucuk pimpinan, berikut adalah struktur direksi terbaru Perum Bulog:

  • Plt Direktur Utama / Direktur Pengadaan: Prihasto Setyanto
  • Wakil Direktur Utama: Mayjen TNI (Purn) Marga Taufiq
  • Direktur Bisnis: Febby Novita
  • Direktur Keuangan: Hendra Susanto
  • Direktur Operasional dan Pelayanan Publik: Mokhamad Suyamto
  • Direktur SDM dan Umum: Sudarsono Hardjosoekarto

Struktur ini mencerminkan kombinasi antara profesional sipil dan slot gacor qris militer, serta pengalaman di bidang logistik, keuangan, dan pelayanan publik.

Tantangan Strategis yang Menanti

Sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas ketahanan pangan nasional, Bulog menghadapi sejumlah tantangan yang harus segera ditangani oleh jajaran direksi baru:

1. Stabilisasi Harga Beras dan Jagung

Dengan fluktuasi harga pangan global dan dampak perubahan iklim, Bulog harus memastikan ketersediaan stok dan distribusi yang efisien.

2. Penyerapan Komoditas Lokal

Petani lokal berharap Bulog dapat menyerap hasil panen dengan olympus 1000 slot harga yang adil. Program pembelian jagung lokal Rp 5.500/kg menjadi salah satu langkah konkret yang perlu dilanjutkan dan diperluas.

3. Pengelolaan Beras Impor

DPR sempat menyoroti kualitas beras impor yang tidak segar dan berkutu. Direksi baru harus memastikan pengadaan beras impor dilakukan secara transparan dan sesuai standar mutu.

4. Digitalisasi dan Transparansi

Transformasi digital dalam sistem logistik, pengadaan, dan pelaporan menjadi prioritas untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas.

Komitmen Bulog ke Depan

Manajemen Bulog menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan tidak akan mengganggu program strategis perusahaan. Sebaliknya, momentum ini digunakan untuk konsolidasi kelembagaan, memperkuat peran Bulog dalam mendukung kebijakan pangan nasional, dan menjawab tantangan global.

“Perum Bulog akan terus melanjutkan komitmen dalam memastikan ketersediaan dan stabilisasi pangan nasional, sejalan dengan kebijakan pemerintah serta harapan masyarakat,” tulis manajemen dalam pernyataan resminya.

Penutup: Transisi Kepemimpinan dan Harapan Baru

Pergantian Direktur Utama Bulog oleh Menteri BUMN bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan bagian dari upaya memperkuat fondasi ketahanan pangan Indonesia. Dengan penunjukan Prihasto Setyanto sebagai Plt Dirut, diharapkan Bulog dapat melanjutkan program strategis secara konsisten dan menjawab tantangan pangan nasional dengan lebih adaptif dan profesional.

Ke depan, publik menantikan arah baru Bulog dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat sinergi antar lembaga jepang slot, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pangan negara.

Exit mobile version